TUGAS
MANDIRI TIDAK BERSTRUKTUR
MAPEL
BAHASA INDONESIA
SEMESTER
GENAP
KELAS
VII.1
MENANGGAPI
BUKU FIKSI/NON FIKSI
“KERAWING
DAN BATU KECUBUNG BIRU”
Karya : RF. Dhonna dan Inni Indarpuri
![]() |
Disusun oleh : 1.
Nofia Fitriani (14)
2. Nur Azizah (16)
3. Rizki Maulidah (22)
4.
Tri Wijiasih (27)
PEMBIMBING : IBU MUNAWAROH,S.Pd
MADRASAH
TSANAWIYAH NEGERI KLIRONG
TAHUN
PELAJARAN 2016/2017

KERAWING
DAN BATU KECUBUNG BIRU
Pada suatu ketika Awing
bermimpi bahwa desanya mengalami kekeringan bahkan penyakit-penyakit kulit yang
mengerikan, banjir bandang, dank e dua temannya yang bernama peren dan leang
tenggelam dalam sebuah danau raksasa bekas galian batu bara. Mimpi itu terasa
amat nyata dan tiba-tiba menghantui pikiran awing.
***
Awing hanya tinggal
bersama neneknya kedua orang tuanya sudah lama menetap di Malaysia. Sepulang
dari sekolah, Awing mengajak kucingnya yang bernama Arel dan kedua temannya
yang bernama peren dan leang pergi ke gua kelelawar. Awing menantang peren dan
leang memasuki gua itu. Jika mereka berhasil, Awing akan menangkap ikan yang
ada di sungai Mahakam dan apabila mereka tidak berani masuk gua kelelawar
mereka harus memetikan jagung muda diladang yang sudah siap panen. Ketika
beberapa langkah memasuki gua kelelawar mereka mendengar suara aneh dan
akhirnya mereka pun menyerah. Dan setelah Awing sampai dirumah, orang tua peren
dan Leang menegur Awing agar tidak mengajak anaknya berbuat hal yang tidak baik
dan bermain jauh-jauh.
***
Setelah kejadian itu,
Awing dihukum oleh nenek untuk pergi ke Pasar Segiri untuk memunguti sayuran
yang di buang oleh para pedagang. Ketika dipasar Segiri Awing mendengarkan
obrolan tukang parker yang sedang membicarakan bahwa di desa Pampang tempat
tinggal Awing aka nada penambangan batu bara untuk mengambil emas hitam yang
ada di sana. Mendengar berita itu Awing menjadi merasa ketakutan.
***
Ketika Awing
menceritakan kepada Leang tentang mimpi buruknya yang datang lagi, tiba-tiba
anjing Leang dikejar-kejar oleh anjing yang tidak pernah terlihat berkeliaran
di desa. Ketika melihat anjing itu, Awing merasa seperti sudah pernah
melihatnya. Anjing itu memakai kalung bertali putih dan berliontin batu
kecubung biru. Seratus langkah dari Lamin, Awing teringat bahwa anjing itu
adalah anjing yang ada di dalam mimpinya. Tanpa menghiraukan waktu yang sudah
senja, Awing tetap mengikuti anjing misterius itu menuju kearah hutan.
***
Setelah mengikuti
anjing itu, Awing menemukan sebuah gubug yang berada di dekat sungai di gua
kelelewar ketika itu Awing bertemu seorang laki-laki yang merupakan guru kunci
Gua Kelelawar. Ia bernama Amai Uyang. Anjing yangAwing kejar tadi merupakan
Anjing milik Amai Uyang, ia bernama Aru. Setelah Amai Uyang bercerita bisa
menafsirkan mimpi, Awing langsung menceritakan mimpi buruknya. Mendengar cerita
itu Amai Uyang bertanya nama Awing. Awingmemperkenalkan dirinya yang bernama
kerawing yang dalam bahasa dayak berarti Bintang Kejora. Ternyata Awing adalah
gadis yang di cari-cari AmaiUyang selama ini. Nenek moyang Awing menitipkan dua
batu kecubung biru kepada Amai Uyang. Salah satunya berada di kalung Aru dan
satunya lagi di makamkan bersama nenek moyang Awing di Gua Kelelawar. Mimpi
Awing mengisyaratkan bahwa desa pampang akan dilanda kehancuran yang disebabkan
oleh pertambangan batu bara dan hanya diselamatkan oleh kedua batu kecubung
biru itu.
***
Pada malam itu Awing
langsung mencari batu kecubung biru yang dimakamkan bersama nenek moyang Awing.
Awing dan Amay Uyang memasuki gua kelelawar melalui pintu sebelah sebelah kiri
yang tidak biasa dilewati Awing. Setelah mereka sampai, Amai Uyang langsung
mengikis kuburan itu. Tiba-tiba kuburan itu malah membuka sendiri dan munculah
sinar berwarna biru yang merupakan sinar dari batu kecubung. Amai Uyang
langsung memberikan batu itu kepada Awing.
***
Sesudah itu batu
kecubung biru yang ada di kalung Aru langsung dilepas. Tiba-tiba Amai Uyang
berhenti disebuah dinding yang merupakan pintu. Untuk membuka pintu itu, Awing
harus menggunakan batu kecubung biri. Salah satu batu itu diletakan di sebuah
lubang yang menyerupai lubang kunci dan satunya lagi dipakai sebagai kalung
oleh Awing. Setelah itu pintu terbuka dan di balik pintu itu terdapat puluhan
bangsa kera. Dunia mereka tidak bersentuhan dengan dunia manusia disana Awing
bisa mengerti bahasa hewan karena memakai kalung batu kecubung biru. Disana ada
seekor orang utan yang menemui Awing yang meupakan raja di Kerajaan Hakutak
yang bernama Raja Pala.mereka membicarakan tentang alam mereka yang dirusak
oleh manusia yang serakah jadi tujuan mereka hanya satu, yaitu menyelamatkan
alam mereka. Kemudian Awing berpamitan pulang untuk menemui neneknya.
***
Saat Awing mendekati
rumah, Awing sudah melihat bahwa dirumahnya sedang di adakan upacara untuk
memanggil orang hilang. Nenek Awing tergeletak diatas tampit karena sakit.
Awing menceritakan kepada neneknya tentang pertemuan Awing dan Amay Ujang,
tetapi Awing tidak menceritakan tentang kerajaan Hakutak. Sepuluh hari sudah
berkurang sia-sia dua hari. Awing meletakan batu kecubung biru itu di dalam
tasnya. Saat Awing ingin mengambil batu itu dari tasnya ternyata batu itu tidak
ada. Malam itu Awing merasa khawatir. Paginya Awing langsung mencari batu itu
disekolah. Namun batu itu tidak ada dimanapun.
***
Malam itu Awing ingin
sekali mendengar pembicaraan orang dewasa di lamin tentang penandatanganan
kesepakatan dengan pengusaha tambang. Tapi Awing takut dimarahi oleh neneknya.
Besok paginya ketika disekolah Peren dan Leang sangat gembira. Mereka
menceritakan bahwa semua warga setuju dengan perjanjian itu. Mendengar berita
itu Awing merasa kesal. Awing menceritakan semuanya kepada Peren dan Leang.
Setelah itu Peren dan Leang berkata kalau batu kecubung biru itu ada dirumahnya
karena terselip dibuku yang di pinjamnya kemarin.
***
Akhirnya Awing dan
Peren,pergi ke rumah Peren untuk mencari batu kecubung biru. Tapi ternyata batu
itu tidak ditemukan. Awing seketika menjadi lemas dan ia menangis.
***
Di pojok kelas, Peren
bercerita kepada Awing batu kecubung itu akan diambil oleh seseorang. Akhirnya,
sepulang sekolah Awing, Peren dan Leang langsung ke rumah peren karena Peren
bilang kalau di loteng sering untuk menyimpan barang-barang antic. Mereka pun
langsung pergi ke loteng untuk mencari buku itu. Setlah hamper 1 jam mencari,
mereka belum menemukan batu itu. Setelah Awing berdoa, tiba-tiba guci yang
berada dipojok sebelah kiri memancarkan cahaya. Ternyata cahaya itu berasal
dari batu kecubung biru. Mereka langsung mengambil batu itu dan keluar lewat pintu
dapur.
***
Pada malam harinya,
suara gemuruh terdengar di desa Pampang. Suara tersebut berasal dari alat-alat
pertambangan yang sedang bekerja. Awing merasa terganggu dengan suasana seperti
itu, begitu pula dengan nenek dan penduduk pampang lainnya. Semua penduduk
pampang menyesal karena telah menyetujui perjanjian itu.
***
Setelah itu, Awing,
Peren, dan Leang ditemani Amai Uyang pergi ke kerajaan Hakutak untuk
merundingkan dan memantapkan aksi mereka yang akan dilaksanakan pada mala mini.
Kalung batu kecubung biru yang ada di
dada Awing bersinar setelah Raja Pala menyentuhnya. Dengan sinar itu mereka
dapat menuju ke penambangan tanpa terlihat oleh manusia. Awing mengatur para
hewan selayaknya panglima. Awing juga memerintahkan Peren untuk menaiki seekor
gajah. Awing dan Arel menaiki burun Enggang raksasa.
***
Malam ini Awing akan
memulai misinya untuk menyelamatkan desa Pampang. Pertama-tama Awing menyuruh
Macan Dahan untuk menggoyang-goyangkan pohon. Tetapi mereka semua tidak takut,
mereka hanya mengira itu angin biasa. Akhirnya Awing menyuruh semua binatang
menggoyangkan semua yang ada di sana secara bersamaan. Mereka sudah hampir
memperhentikan pekerjaannya. Namun mereka takut kepada bos mereka Pak Doni.
Awing sudah hamper putus asa tapi raja Pala meminta izin kepada Awing untuk
memperlihatkan wujud asli mereka. Selain itu Awing juga meminta bantuan oleh
arwah nenek moyang. Arwah-arwah tersebut memasuki sebagian para pekerja dan
akhirnya mereka sebua kabur dan akhirnya mereka berhasil.
***
Tidak ada tepuk tangan,
penghargaan apalagi pujian yang ada hanyalah hukuman karena Awing tidak
mengerjakan PR Matematikanya. Tetapi Awing tetap merasa bangga karena sudah
menyelamatkan desa Pampang dari kehancuran.
BAGAN
STRUKTUR KOMENTAR TERHADAP BUKU FIKSI
|
KERAWING DAN BATU KECUBUNG BIRU
Dikarang oleh RF.Dhonna dan Inni
Indarpuri
Penerbit : KALIKA
Alamat terbit Sambirejo RT 03 RW 47
Wedomartani Ngemplak
Kota terbit Sleman Yogyakarta
108 halaman
Ukuran 14x21 cm
Cetakan pertama, Juni 2013
|
Data
Buku
|
|
Kerawing
dan Batu Kecubung Biru merupakan karya novel anak-anak pertama yang merupakan
duet antara Inni Indarpuri dengan RF. Dhonna. Didalamnya ada sekitar 15.an
BAB. Salah satu ceritanya yang menarik adalah bab yang berjudul “Beraksi”
|
Info
Singkat tentang terbitan/edisi
|
|
KERAWING DAN
BATU KECUBUNG BIRU
Pada
suatu ketika Awing bermimpi bahwa desanya mengalami kekeringan bahkan
penyakit-penyakit kulit yang mengerikan, banjir bandang, dank e dua temannya
yang bernama peren dan leang tenggelam dalam sebuah danau raksasa bekas
galian batu bara. Mimpi itu terasa amat nyata dan tiba-tiba menghantui
pikiran awing.
***
Awing
hanya tinggal bersama neneknya kedua orang tuanya sudah lama menetap di
Malaysia. Sepulang dari sekolah, Awing mengajak kucingnya yang bernama Arel
dan kedua temannya yang bernama peren dan leang pergi ke gua kelelawar. Awing
menantang peren dan leang memasuki gua itu. Jika mereka berhasil, Awing akan
menangkap ikan yang ada di sungai Mahakam dan apabila mereka tidak berani
masuk gua kelelawar mereka harus memetikan jagung muda diladang yang sudah
siap panen. Ketika beberapa langkah memasuki gua kelelawar mereka mendengar
suara aneh dan akhirnya mereka pun menyerah. Dan setelah Awing sampai
dirumah, orang tua peren dan Leang menegur Awing agar tidak mengajak anaknya
berbuat hal yang tidak baik dan bermain jauh-jauh.
***
Setelah
kejadian itu, Awing dihukum oleh nenek untuk pergi ke Pasar Segiri untuk
memunguti sayuran yang di buang oleh para pedagang. Ketika dipasar Segiri
Awing mendengarkan obrolan tukang parker yang sedang membicarakan bahwa di
desa Pampang tempat tinggal Awing aka nada penambangan batu bara untuk
mengambil emas hitam yang ada di sana. Mendengar berita itu Awing menjadi
merasa ketakutan.
***
Ketika
Awing menceritakan kepada Leang tentang mimpi buruknya yang datang lagi,
tiba-tiba anjing Leang dikejar-kejar oleh anjing yang tidak pernah terlihat
berkeliaran di desa. Ketika melihat anjing itu, Awing merasa seperti sudah
pernah melihatnya. Anjing itu memakai kalung bertali putih dan berliontin
batu kecubung biru. Seratus langkah dari Lamin, Awing teringat bahwa anjing
itu adalah anjing yang ada di dalam mimpinya. Tanpa menghiraukan waktu yang
sudah senja, Awing tetap mengikuti anjing misterius itu menuju kearah hutan.
***
Setelah
mengikuti anjing itu, Awing menemukan sebuah gubug yang berada di dekat
sungai di gua kelelewar ketika itu Awing bertemu seorang laki-laki yang
merupakan guru kunci Gua Kelelawar. Ia bernama Amai Uyang. Anjing yangAwing
kejar tadi merupakan Anjing milik Amai Uyang, ia bernama Aru. Setelah Amai
Uyang bercerita bisa menafsirkan mimpi, Awing langsung menceritakan mimpi
buruknya. Mendengar cerita itu Amai Uyang bertanya nama Awing.
Awingmemperkenalkan dirinya yang bernama kerawing yang dalam bahasa dayak
berarti Bintang Kejora. Ternyata Awing adalah gadis yang di cari-cari
AmaiUyang selama ini. Nenek moyang Awing menitipkan dua batu kecubung biru
kepada Amai Uyang. Salah satunya berada di kalung Aru dan satunya lagi di
makamkan bersama nenek moyang Awing di Gua Kelelawar. Mimpi Awing
mengisyaratkan bahwa desa pampang akan dilanda kehancuran yang disebabkan
oleh pertambangan batu bara dan hanya diselamatkan oleh kedua batu kecubung
biru itu.
***
Pada
malam itu Awing langsung mencari batu kecubung biru yang dimakamkan bersama
nenek moyang Awing. Awing dan Amay Uyang memasuki gua kelelawar melalui pintu
sebelah sebelah kiri yang tidak biasa dilewati Awing. Setelah mereka sampai,
Amai Uyang langsung mengikis kuburan itu. Tiba-tiba kuburan itu malah membuka
sendiri dan munculah sinar berwarna biru yang merupakan sinar dari batu
kecubung. Amai Uyang langsung memberikan batu itu kepada Awing.
***
Sesudah
itu batu kecubung biru yang ada di kalung Aru langsung dilepas. Tiba-tiba
Amai Uyang berhenti disebuah dinding yang merupakan pintu. Untuk membuka
pintu itu, Awing harus menggunakan batu kecubung biri. Salah satu batu itu
diletakan di sebuah lubang yang menyerupai lubang kunci dan satunya lagi
dipakai sebagai kalung oleh Awing. Setelah itu pintu terbuka dan di balik
pintu itu terdapat puluhan bangsa kera. Dunia mereka tidak bersentuhan dengan
dunia manusia disana Awing bisa mengerti bahasa hewan karena memakai kalung
batu kecubung biru. Disana ada seekor orang utan yang menemui Awing yang
meupakan raja di Kerajaan Hakutak yang bernama Raja Pala.mereka membicarakan
tentang alam mereka yang dirusak oleh manusia yang serakah jadi tujuan mereka
hanya satu, yaitu menyelamatkan alam mereka. Kemudian Awing berpamitan pulang
untuk menemui neneknya.
***
Saat
Awing mendekati rumah, Awing sudah melihat bahwa dirumahnya sedang di adakan
upacara untuk memanggil orang hilang. Nenek Awing tergeletak diatas tampit
karena sakit. Awing menceritakan kepada neneknya tentang pertemuan Awing dan
Amay Ujang, tetapi Awing tidak menceritakan tentang kerajaan Hakutak. Sepuluh
hari sudah berkurang sia-sia dua hari. Awing meletakan batu kecubung biru itu
di dalam tasnya. Saat Awing ingin mengambil batu itu dari tasnya ternyata
batu itu tidak ada. Malam itu Awing merasa khawatir. Paginya Awing langsung
mencari batu itu disekolah. Namun batu itu tidak ada dimanapun.
***
Malam
itu Awing ingin sekali mendengar pembicaraan orang dewasa di lamin tentang
penandatanganan kesepakatan dengan pengusaha tambang. Tapi Awing takut
dimarahi oleh neneknya. Besok paginya ketika disekolah Peren dan Leang sangat
gembira. Mereka menceritakan bahwa semua warga setuju dengan perjanjian itu.
Mendengar berita itu Awing merasa kesal. Awing menceritakan semuanya kepada
Peren dan Leang. Setelah itu Peren dan Leang berkata kalau batu kecubung biru
itu ada dirumahnya karena terselip dibuku yang di pinjamnya kemarin.
***
Akhirnya
Awing dan Peren,pergi ke rumah Peren untuk mencari batu kecubung biru. Tapi
ternyata batu itu tidak ditemukan. Awing seketika menjadi lemas dan ia
menangis.
***
Di
pojok kelas, Peren bercerita kepada Awing batu kecubung itu akan diambil oleh
seseorang. Akhirnya, sepulang sekolah Awing, Peren dan Leang langsung ke
rumah peren karena Peren bilang kalau di loteng sering untuk menyimpan
barang-barang antic. Mereka pun langsung pergi ke loteng untuk mencari buku
itu. Setlah hamper 1 jam mencari, mereka belum menemukan batu itu. Setelah
Awing berdoa, tiba-tiba guci yang berada dipojok sebelah kiri memancarkan
cahaya. Ternyata cahaya itu berasal dari batu kecubung biru. Mereka langsung
mengambil batu itu dan keluar lewat pintu dapur.
***
Pada
malam harinya, suara gemuruh terdengar di desa Pampang. Suara tersebut
berasal dari alat-alat pertambangan yang sedang bekerja. Awing merasa
terganggu dengan suasana seperti itu, begitu pula dengan nenek dan penduduk
pampang lainnya. Semua penduduk pampang menyesal karena telah menyetujui
perjanjian itu.
***
Setelah
itu, Awing, Peren, dan Leang ditemani Amai Uyang pergi ke kerajaan Hakutak
untuk merundingkan dan memantapkan aksi mereka yang akan dilaksanakan pada
mala mini. Kalung batu kecubung biru
yang ada di dada Awing bersinar setelah Raja Pala menyentuhnya. Dengan sinar
itu mereka dapat menuju ke penambangan tanpa terlihat oleh manusia. Awing
mengatur para hewan selayaknya panglima. Awing juga memerintahkan Peren untuk
menaiki seekor gajah. Awing dan Arel menaiki burun Enggang raksasa.
***
Malam
ini Awing akan memulai misinya untuk menyelamatkan desa Pampang. Pertama-tama
Awing menyuruh Macan Dahan untuk menggoyang-goyangkan pohon. Tetapi mereka
semua tidak takut, mereka hanya mengira itu angin biasa. Akhirnya Awing
menyuruh semua binatang menggoyangkan semua yang ada di sana secara
bersamaan. Mereka sudah hampir memperhentikan pekerjaannya. Namun mereka
takut kepada bos mereka Pak Doni. Awing sudah hamper putus asa tapi raja Pala
meminta izin kepada Awing untuk memperlihatkan wujud asli mereka. Selain itu
Awing juga meminta bantuan oleh arwah nenek moyang. Arwah-arwah tersebut
memasuki sebagian para pekerja dan akhirnya mereka sebua kabur dan akhirnya
mereka berhasil.
***
Tidak
ada tepuk tangan, penghargaan apalagi pujian yang ada hanyalah hukuman karena
Awing tidak mengerjakan PR Matematikanya. Tetapi Awing tetap merasa bangga
karena sudah menyelamatkan desa Pampang dari kehancuran.
|
Ringkasan
cerita
|
|
Novel
ini tentu saja menjadi menarik setelah Awing dan mereka semua berhasil
mengusir para pekerja tambang dan menyelamatkan desa Pampang dari kehancuran
akibat pertambangan batu bara
|
Tanggapan
penulisan tentang cerita
|
|
Novel
ini sangat bagus. Bahasanya cukup mudah dipahami. Ceritanya juga sangat indah
dan menarik. Selain itu terdapat pula gambar-gambar yang mengilustrasikan
tentang kejadian-kejadian pada cerita
|
Penilaian
terhadap buku
|
|
RF. Dhonna . . . penulis
kelahiran Lumajang ini sejak kecil suka membaca dan hobi filateli. Karena
sering menulis surat, bakat menulisnya mulai terasah. Tulisan fiksi
pertamanya dimuat dimedia cetak saat duduk dibangku SMU
Setelah
itu, berbagai kejuaraan lomba kepenulisan pun berhasil diraihnya.
Inni Indarpuri . . . lahir
di kota Malang dibesarkan di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, merupakan
anak ke dua dari lima bersaudara, dan sekarang bekerja sebagai PNS di
Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Bagi Inni, dunia tulis menulis
khususnya fiksi tak bisa ia lepaskan sejak SMA, dan karya cerpen-cerpennya
pada waktu itu dimuat disurat kabar Lokal Kalimantan Timur.
|
Data
Penulis
|
SINOPSIS / RINGKASAN BUKU FIKSI
YANG BERJUDUL
“KERAWING DAN BATU KECUBUNG BIRU”
BAGAN STRUKTUR KOMENTAR TERHADAP
BUKU FIKSI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar