Senin, 15 Mei 2017

Tugas struktural




TUGAS MANDIRI TIDAK BERSTRUKTUR
MAPEL BAHASA INDONESIA
SEMESTER GENAP
KELAS VII.1

MENANGGAPI BUKU FIKSI/NON FIKSI
“KERAWING DAN BATU KECUBUNG BIRU”
Karya     : RF. Dhonna dan Inni Indarpuri


MTS.jpeg
 








Disusun oleh : 1. Nofia Fitriani                (14)
2. Nur Azizah           (16)
3. Rizki Maulidah     (22) 
4. Tri Wijiasih          (27) 

PEMBIMBING       : IBU MUNAWAROH,S.Pd

MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI KLIRONG
TAHUN PELAJARAN 2016/2017


KERAWING DAN BATU KECUBUNG BIRU
Pada suatu ketika Awing bermimpi bahwa desanya mengalami kekeringan bahkan penyakit-penyakit kulit yang mengerikan, banjir bandang, dank e dua temannya yang bernama peren dan leang tenggelam dalam sebuah danau raksasa bekas galian batu bara. Mimpi itu terasa amat nyata dan tiba-tiba menghantui pikiran awing.
***
Awing hanya tinggal bersama neneknya kedua orang tuanya sudah lama menetap di Malaysia. Sepulang dari sekolah, Awing mengajak kucingnya yang bernama Arel dan kedua temannya yang bernama peren dan leang pergi ke gua kelelawar. Awing menantang peren dan leang memasuki gua itu. Jika mereka berhasil, Awing akan menangkap ikan yang ada di sungai Mahakam dan apabila mereka tidak berani masuk gua kelelawar mereka harus memetikan jagung muda diladang yang sudah siap panen. Ketika beberapa langkah memasuki gua kelelawar mereka mendengar suara aneh dan akhirnya mereka pun menyerah. Dan setelah Awing sampai dirumah, orang tua peren dan Leang menegur Awing agar tidak mengajak anaknya berbuat hal yang tidak baik dan bermain jauh-jauh.
***
Setelah kejadian itu, Awing dihukum oleh nenek untuk pergi ke Pasar Segiri untuk memunguti sayuran yang di buang oleh para pedagang. Ketika dipasar Segiri Awing mendengarkan obrolan tukang parker yang sedang membicarakan bahwa di desa Pampang tempat tinggal Awing aka nada penambangan batu bara untuk mengambil emas hitam yang ada di sana. Mendengar berita itu Awing menjadi merasa ketakutan.
***
Ketika Awing menceritakan kepada Leang tentang mimpi buruknya yang datang lagi, tiba-tiba anjing Leang dikejar-kejar oleh anjing yang tidak pernah terlihat berkeliaran di desa. Ketika melihat anjing itu, Awing merasa seperti sudah pernah melihatnya. Anjing itu memakai kalung bertali putih dan berliontin batu kecubung biru. Seratus langkah dari Lamin, Awing teringat bahwa anjing itu adalah anjing yang ada di dalam mimpinya. Tanpa menghiraukan waktu yang sudah senja, Awing tetap mengikuti anjing misterius itu menuju kearah hutan.
***
Setelah mengikuti anjing itu, Awing menemukan sebuah gubug yang berada di dekat sungai di gua kelelewar ketika itu Awing bertemu seorang laki-laki yang merupakan guru kunci Gua Kelelawar. Ia bernama Amai Uyang. Anjing yangAwing kejar tadi merupakan Anjing milik Amai Uyang, ia bernama Aru. Setelah Amai Uyang bercerita bisa menafsirkan mimpi, Awing langsung menceritakan mimpi buruknya. Mendengar cerita itu Amai Uyang bertanya nama Awing. Awingmemperkenalkan dirinya yang bernama kerawing yang dalam bahasa dayak berarti Bintang Kejora. Ternyata Awing adalah gadis yang di cari-cari AmaiUyang selama ini. Nenek moyang Awing menitipkan dua batu kecubung biru kepada Amai Uyang. Salah satunya berada di kalung Aru dan satunya lagi di makamkan bersama nenek moyang Awing di Gua Kelelawar. Mimpi Awing mengisyaratkan bahwa desa pampang akan dilanda kehancuran yang disebabkan oleh pertambangan batu bara dan hanya diselamatkan oleh kedua batu kecubung biru itu.


***
Pada malam itu Awing langsung mencari batu kecubung biru yang dimakamkan bersama nenek moyang Awing. Awing dan Amay Uyang memasuki gua kelelawar melalui pintu sebelah sebelah kiri yang tidak biasa dilewati Awing. Setelah mereka sampai, Amai Uyang langsung mengikis kuburan itu. Tiba-tiba kuburan itu malah membuka sendiri dan munculah sinar berwarna biru yang merupakan sinar dari batu kecubung. Amai Uyang langsung memberikan batu itu kepada Awing.
***
Sesudah itu batu kecubung biru yang ada di kalung Aru langsung dilepas. Tiba-tiba Amai Uyang berhenti disebuah dinding yang merupakan pintu. Untuk membuka pintu itu, Awing harus menggunakan batu kecubung biri. Salah satu batu itu diletakan di sebuah lubang yang menyerupai lubang kunci dan satunya lagi dipakai sebagai kalung oleh Awing. Setelah itu pintu terbuka dan di balik pintu itu terdapat puluhan bangsa kera. Dunia mereka tidak bersentuhan dengan dunia manusia disana Awing bisa mengerti bahasa hewan karena memakai kalung batu kecubung biru. Disana ada seekor orang utan yang menemui Awing yang meupakan raja di Kerajaan Hakutak yang bernama Raja Pala.mereka membicarakan tentang alam mereka yang dirusak oleh manusia yang serakah jadi tujuan mereka hanya satu, yaitu menyelamatkan alam mereka. Kemudian Awing berpamitan pulang untuk menemui neneknya.
***
Saat Awing mendekati rumah, Awing sudah melihat bahwa dirumahnya sedang di adakan upacara untuk memanggil orang hilang. Nenek Awing tergeletak diatas tampit karena sakit. Awing menceritakan kepada neneknya tentang pertemuan Awing dan Amay Ujang, tetapi Awing tidak menceritakan tentang kerajaan Hakutak. Sepuluh hari sudah berkurang sia-sia dua hari. Awing meletakan batu kecubung biru itu di dalam tasnya. Saat Awing ingin mengambil batu itu dari tasnya ternyata batu itu tidak ada. Malam itu Awing merasa khawatir. Paginya Awing langsung mencari batu itu disekolah. Namun batu itu tidak ada dimanapun.
***
Malam itu Awing ingin sekali mendengar pembicaraan orang dewasa di lamin tentang penandatanganan kesepakatan dengan pengusaha tambang. Tapi Awing takut dimarahi oleh neneknya. Besok paginya ketika disekolah Peren dan Leang sangat gembira. Mereka menceritakan bahwa semua warga setuju dengan perjanjian itu. Mendengar berita itu Awing merasa kesal. Awing menceritakan semuanya kepada Peren dan Leang. Setelah itu Peren dan Leang berkata kalau batu kecubung biru itu ada dirumahnya karena terselip dibuku yang di pinjamnya kemarin.
***
Akhirnya Awing dan Peren,pergi ke rumah Peren untuk mencari batu kecubung biru. Tapi ternyata batu itu tidak ditemukan. Awing seketika menjadi lemas dan ia menangis.
***
Di pojok kelas, Peren bercerita kepada Awing batu kecubung itu akan diambil oleh seseorang. Akhirnya, sepulang sekolah Awing, Peren dan Leang langsung ke rumah peren karena Peren bilang kalau di loteng sering untuk menyimpan barang-barang antic. Mereka pun langsung pergi ke loteng untuk mencari buku itu. Setlah hamper 1 jam mencari, mereka belum menemukan batu itu. Setelah Awing berdoa, tiba-tiba guci yang berada dipojok sebelah kiri memancarkan cahaya. Ternyata cahaya itu berasal dari batu kecubung biru. Mereka langsung mengambil batu itu dan keluar lewat pintu dapur.
***
Pada malam harinya, suara gemuruh terdengar di desa Pampang. Suara tersebut berasal dari alat-alat pertambangan yang sedang bekerja. Awing merasa terganggu dengan suasana seperti itu, begitu pula dengan nenek dan penduduk pampang lainnya. Semua penduduk pampang menyesal karena telah menyetujui perjanjian itu.
***
Setelah itu, Awing, Peren, dan Leang ditemani Amai Uyang pergi ke kerajaan Hakutak untuk merundingkan dan memantapkan aksi mereka yang akan dilaksanakan pada mala mini. Kalung batu kecubung  biru yang ada di dada Awing bersinar setelah Raja Pala menyentuhnya. Dengan sinar itu mereka dapat menuju ke penambangan tanpa terlihat oleh manusia. Awing mengatur para hewan selayaknya panglima. Awing juga memerintahkan Peren untuk menaiki seekor gajah. Awing dan Arel menaiki burun Enggang raksasa.
***
Malam ini Awing akan memulai misinya untuk menyelamatkan desa Pampang. Pertama-tama Awing menyuruh Macan Dahan untuk menggoyang-goyangkan pohon. Tetapi mereka semua tidak takut, mereka hanya mengira itu angin biasa. Akhirnya Awing menyuruh semua binatang menggoyangkan semua yang ada di sana secara bersamaan. Mereka sudah hampir memperhentikan pekerjaannya. Namun mereka takut kepada bos mereka Pak Doni. Awing sudah hamper putus asa tapi raja Pala meminta izin kepada Awing untuk memperlihatkan wujud asli mereka. Selain itu Awing juga meminta bantuan oleh arwah nenek moyang. Arwah-arwah tersebut memasuki sebagian para pekerja dan akhirnya mereka sebua kabur dan akhirnya mereka berhasil.
***
Tidak ada tepuk tangan, penghargaan apalagi pujian yang ada hanyalah hukuman karena Awing tidak mengerjakan PR Matematikanya. Tetapi Awing tetap merasa bangga karena sudah menyelamatkan desa Pampang dari kehancuran.










BAGAN STRUKTUR KOMENTAR TERHADAP BUKU FIKSI
KERAWING DAN BATU KECUBUNG  BIRU
Dikarang oleh RF.Dhonna dan Inni Indarpuri
Penerbit : KALIKA
Alamat terbit Sambirejo RT 03 RW 47
Wedomartani Ngemplak
Kota terbit Sleman Yogyakarta
108 halaman
Ukuran 14x21 cm
Cetakan pertama, Juni 2013
Data Buku
Kerawing dan Batu Kecubung Biru merupakan karya novel anak-anak pertama yang merupakan duet antara Inni Indarpuri dengan RF. Dhonna. Didalamnya ada sekitar 15.an BAB. Salah satu ceritanya yang menarik adalah bab yang berjudul “Beraksi”
Info Singkat tentang terbitan/edisi
KERAWING DAN BATU KECUBUNG BIRU

Pada suatu ketika Awing bermimpi bahwa desanya mengalami kekeringan bahkan penyakit-penyakit kulit yang mengerikan, banjir bandang, dank e dua temannya yang bernama peren dan leang tenggelam dalam sebuah danau raksasa bekas galian batu bara. Mimpi itu terasa amat nyata dan tiba-tiba menghantui pikiran awing.
***
Awing hanya tinggal bersama neneknya kedua orang tuanya sudah lama menetap di Malaysia. Sepulang dari sekolah, Awing mengajak kucingnya yang bernama Arel dan kedua temannya yang bernama peren dan leang pergi ke gua kelelawar. Awing menantang peren dan leang memasuki gua itu. Jika mereka berhasil, Awing akan menangkap ikan yang ada di sungai Mahakam dan apabila mereka tidak berani masuk gua kelelawar mereka harus memetikan jagung muda diladang yang sudah siap panen. Ketika beberapa langkah memasuki gua kelelawar mereka mendengar suara aneh dan akhirnya mereka pun menyerah. Dan setelah Awing sampai dirumah, orang tua peren dan Leang menegur Awing agar tidak mengajak anaknya berbuat hal yang tidak baik dan bermain jauh-jauh.
***
Setelah kejadian itu, Awing dihukum oleh nenek untuk pergi ke Pasar Segiri untuk memunguti sayuran yang di buang oleh para pedagang. Ketika dipasar Segiri Awing mendengarkan obrolan tukang parker yang sedang membicarakan bahwa di desa Pampang tempat tinggal Awing aka nada penambangan batu bara untuk mengambil emas hitam yang ada di sana. Mendengar berita itu Awing menjadi merasa ketakutan.
***
Ketika Awing menceritakan kepada Leang tentang mimpi buruknya yang datang lagi, tiba-tiba anjing Leang dikejar-kejar oleh anjing yang tidak pernah terlihat berkeliaran di desa. Ketika melihat anjing itu, Awing merasa seperti sudah pernah melihatnya. Anjing itu memakai kalung bertali putih dan berliontin batu kecubung biru. Seratus langkah dari Lamin, Awing teringat bahwa anjing itu adalah anjing yang ada di dalam mimpinya. Tanpa menghiraukan waktu yang sudah senja, Awing tetap mengikuti anjing misterius itu menuju kearah hutan.
***
Setelah mengikuti anjing itu, Awing menemukan sebuah gubug yang berada di dekat sungai di gua kelelewar ketika itu Awing bertemu seorang laki-laki yang merupakan guru kunci Gua Kelelawar. Ia bernama Amai Uyang. Anjing yangAwing kejar tadi merupakan Anjing milik Amai Uyang, ia bernama Aru. Setelah Amai Uyang bercerita bisa menafsirkan mimpi, Awing langsung menceritakan mimpi buruknya. Mendengar cerita itu Amai Uyang bertanya nama Awing. Awingmemperkenalkan dirinya yang bernama kerawing yang dalam bahasa dayak berarti Bintang Kejora. Ternyata Awing adalah gadis yang di cari-cari AmaiUyang selama ini. Nenek moyang Awing menitipkan dua batu kecubung biru kepada Amai Uyang. Salah satunya berada di kalung Aru dan satunya lagi di makamkan bersama nenek moyang Awing di Gua Kelelawar. Mimpi Awing mengisyaratkan bahwa desa pampang akan dilanda kehancuran yang disebabkan oleh pertambangan batu bara dan hanya diselamatkan oleh kedua batu kecubung biru itu.

***
Pada malam itu Awing langsung mencari batu kecubung biru yang dimakamkan bersama nenek moyang Awing. Awing dan Amay Uyang memasuki gua kelelawar melalui pintu sebelah sebelah kiri yang tidak biasa dilewati Awing. Setelah mereka sampai, Amai Uyang langsung mengikis kuburan itu. Tiba-tiba kuburan itu malah membuka sendiri dan munculah sinar berwarna biru yang merupakan sinar dari batu kecubung. Amai Uyang langsung memberikan batu itu kepada Awing.
***
Sesudah itu batu kecubung biru yang ada di kalung Aru langsung dilepas. Tiba-tiba Amai Uyang berhenti disebuah dinding yang merupakan pintu. Untuk membuka pintu itu, Awing harus menggunakan batu kecubung biri. Salah satu batu itu diletakan di sebuah lubang yang menyerupai lubang kunci dan satunya lagi dipakai sebagai kalung oleh Awing. Setelah itu pintu terbuka dan di balik pintu itu terdapat puluhan bangsa kera. Dunia mereka tidak bersentuhan dengan dunia manusia disana Awing bisa mengerti bahasa hewan karena memakai kalung batu kecubung biru. Disana ada seekor orang utan yang menemui Awing yang meupakan raja di Kerajaan Hakutak yang bernama Raja Pala.mereka membicarakan tentang alam mereka yang dirusak oleh manusia yang serakah jadi tujuan mereka hanya satu, yaitu menyelamatkan alam mereka. Kemudian Awing berpamitan pulang untuk menemui neneknya.
***
Saat Awing mendekati rumah, Awing sudah melihat bahwa dirumahnya sedang di adakan upacara untuk memanggil orang hilang. Nenek Awing tergeletak diatas tampit karena sakit. Awing menceritakan kepada neneknya tentang pertemuan Awing dan Amay Ujang, tetapi Awing tidak menceritakan tentang kerajaan Hakutak. Sepuluh hari sudah berkurang sia-sia dua hari. Awing meletakan batu kecubung biru itu di dalam tasnya. Saat Awing ingin mengambil batu itu dari tasnya ternyata batu itu tidak ada. Malam itu Awing merasa khawatir. Paginya Awing langsung mencari batu itu disekolah. Namun batu itu tidak ada dimanapun.
***
Malam itu Awing ingin sekali mendengar pembicaraan orang dewasa di lamin tentang penandatanganan kesepakatan dengan pengusaha tambang. Tapi Awing takut dimarahi oleh neneknya. Besok paginya ketika disekolah Peren dan Leang sangat gembira. Mereka menceritakan bahwa semua warga setuju dengan perjanjian itu. Mendengar berita itu Awing merasa kesal. Awing menceritakan semuanya kepada Peren dan Leang. Setelah itu Peren dan Leang berkata kalau batu kecubung biru itu ada dirumahnya karena terselip dibuku yang di pinjamnya kemarin.
***
Akhirnya Awing dan Peren,pergi ke rumah Peren untuk mencari batu kecubung biru. Tapi ternyata batu itu tidak ditemukan. Awing seketika menjadi lemas dan ia menangis.
***
Di pojok kelas, Peren bercerita kepada Awing batu kecubung itu akan diambil oleh seseorang. Akhirnya, sepulang sekolah Awing, Peren dan Leang langsung ke rumah peren karena Peren bilang kalau di loteng sering untuk menyimpan barang-barang antic. Mereka pun langsung pergi ke loteng untuk mencari buku itu. Setlah hamper 1 jam mencari, mereka belum menemukan batu itu. Setelah Awing berdoa, tiba-tiba guci yang berada dipojok sebelah kiri memancarkan cahaya. Ternyata cahaya itu berasal dari batu kecubung biru. Mereka langsung mengambil batu itu dan keluar lewat pintu dapur.
***
Pada malam harinya, suara gemuruh terdengar di desa Pampang. Suara tersebut berasal dari alat-alat pertambangan yang sedang bekerja. Awing merasa terganggu dengan suasana seperti itu, begitu pula dengan nenek dan penduduk pampang lainnya. Semua penduduk pampang menyesal karena telah menyetujui perjanjian itu.
***
Setelah itu, Awing, Peren, dan Leang ditemani Amai Uyang pergi ke kerajaan Hakutak untuk merundingkan dan memantapkan aksi mereka yang akan dilaksanakan pada mala mini. Kalung batu kecubung  biru yang ada di dada Awing bersinar setelah Raja Pala menyentuhnya. Dengan sinar itu mereka dapat menuju ke penambangan tanpa terlihat oleh manusia. Awing mengatur para hewan selayaknya panglima. Awing juga memerintahkan Peren untuk menaiki seekor gajah. Awing dan Arel menaiki burun Enggang raksasa.
***
Malam ini Awing akan memulai misinya untuk menyelamatkan desa Pampang. Pertama-tama Awing menyuruh Macan Dahan untuk menggoyang-goyangkan pohon. Tetapi mereka semua tidak takut, mereka hanya mengira itu angin biasa. Akhirnya Awing menyuruh semua binatang menggoyangkan semua yang ada di sana secara bersamaan. Mereka sudah hampir memperhentikan pekerjaannya. Namun mereka takut kepada bos mereka Pak Doni. Awing sudah hamper putus asa tapi raja Pala meminta izin kepada Awing untuk memperlihatkan wujud asli mereka. Selain itu Awing juga meminta bantuan oleh arwah nenek moyang. Arwah-arwah tersebut memasuki sebagian para pekerja dan akhirnya mereka sebua kabur dan akhirnya mereka berhasil.
***
Tidak ada tepuk tangan, penghargaan apalagi pujian yang ada hanyalah hukuman karena Awing tidak mengerjakan PR Matematikanya. Tetapi Awing tetap merasa bangga karena sudah menyelamatkan desa Pampang dari kehancuran.

Ringkasan cerita
Novel ini tentu saja menjadi menarik setelah Awing dan mereka semua berhasil mengusir para pekerja tambang dan menyelamatkan desa Pampang dari kehancuran akibat pertambangan batu bara
Tanggapan penulisan tentang cerita
Novel ini sangat bagus. Bahasanya cukup mudah dipahami. Ceritanya juga sangat indah dan menarik. Selain itu terdapat pula gambar-gambar yang mengilustrasikan tentang kejadian-kejadian pada cerita
Penilaian terhadap buku
RF. Dhonna . . . penulis kelahiran Lumajang ini sejak kecil suka membaca dan hobi filateli. Karena sering menulis surat, bakat menulisnya mulai terasah. Tulisan fiksi pertamanya dimuat dimedia cetak saat duduk dibangku SMU
Setelah itu, berbagai kejuaraan lomba kepenulisan pun berhasil diraihnya.
Inni Indarpuri . . . lahir di kota Malang dibesarkan di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, merupakan anak ke dua dari lima bersaudara, dan sekarang bekerja sebagai PNS di Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Bagi Inni, dunia tulis menulis khususnya fiksi tak bisa ia lepaskan sejak SMA, dan karya cerpen-cerpennya pada waktu itu dimuat disurat kabar Lokal Kalimantan Timur.
Data Penulis






























SINOPSIS / RINGKASAN BUKU FIKSI YANG BERJUDUL
“KERAWING DAN BATU KECUBUNG BIRU”





























BAGAN STRUKTUR KOMENTAR TERHADAP BUKU FIKSI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar