BAHAYA ZAT KIMIA
BAGI KESEHATAN TUBUH
Disusun oleh :
1.) Mahlia (07)
2.) Kamaludin (15)
3.) Rina Lestari (19)
KELAS
: XI IPA 4
SMA NEGERI 1 KLIRONG
TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017
HALAMAN PENGESAHAN
Makalah
yang berjudul Bahaya Zat Kimia Bagi Kesehatan Tubuh ini telah disepakati dan
disahkan oleh guru pembimbing dan Kepala SMA Negeri 1 Klirong pada :
Hari :
Tanggal
:
Kepala
Sekolah Guru
Pembimbing
Dra.
Rahmi Lestari Rahayuni M.pd Rasinah
S.pd
NIP. 19610508 198803 2 004 NIP.
19700715 199802 2 033
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas
berkat, rahmat, taufik, dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul “BAHAYA ZAT KIMIA BAGI KESEHATAN TUBUH” ini guna memenuhi tugas
mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Makalah ini dapat penulis selesikan dengan baik atas bantuan dari
berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1.
Ibu
Rasinah, SPd selaku guru pembimbing dan pengampu mata pelajaran Bahasa
Indonesia
2.
Orang
tua penulis yang telah membantu baik secara moril maupun materi
3.
Rekan
– rekan satu kelompok yang telah membantu menyusun makalah ini
Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karen itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun sehingga
karya penulis selanjutnya bisa menjadi lebih baik.
Akhir kata, apabila ada kesalahan dan kekurangn, penulis mohon
maaf. Semoga makalah ini dapat berguna bagi penulis dan pembaca. Terimakasih.
Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
Klirong,
April 2017
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Akhir – akhir ini banyak orang terkena penyakit akibat mengonsumsi
zat kimia. Saat ini hampir semua makanan terdapat zat kimia , terutama makanan
cepat saji dan juga makanan ringan seperti snack.
Sebagian orang mengonsumsi zat kimia tersebut karena belum tahu
adanya zat kimia tersebut. Atau mungkin sebagian tersebut terpaksa mengonsumsi
zat kimia tersebut. Banyak akibat – akibat yang ditimbulkan karena mengonsumsi
zat kimia yang mungkin sampai saat ini belum diketahui oleh kebanyakan orang.
Oleh karena itu makalah ini menjelaskan zat kimia dalam kehidupan
manusia serta bahayanya bagi kesehatan tubuh. Dan memberi tahu masyarakat agar
berhati – hati dalam memilih makanan yang mengandung zat kimia.
B. Batasan Masalah
Berdasarkan latar
belakang masalah di atas, masalah yang akan dibahas dalam makalah ini dibatasi
pada :
1.)
Macam
– macam zat kimia dalam makanan
2.)
Fungsi
zat kimia dalam makanan
3.)
Akibat
seseorang mengonsumsi zat kimia
4.)
Cara
menghindari paparan bahan kimia dalam makanan
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang dan batasan masalah di atas, masalah yang akan dibahas dalam makalah
ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.)
Apa
saja zat kimia yang ada dalam makanan?
2.)
Apa
fungsi zat kimia dalam makanan?
3.)
Apa
akibat / bahaya bagi seseorang yang mengonsumsi zat kimia?
4.)
Bagaimana
cara menghindari paparan bahan kimia dalam makanan?
D. Tujuan
Makalah
Berdasarkan latar belakang
dan rumusan masalah di atas, tujuan penyusunan makalah ini dapat dirumuskan
sebagai berikut:
1.)
Mengetahui
dan mendeskripsikan macam – macam zat kimia dalam makanan
2.)
Mengetahui
dan mendeskripsikan fungsi zat kimia dalam makanan
3.)
Mengetahui
dan mendeskripsikan akibat seseorang mengonsumsi zat kimia
4.)
Mengetahui
dan mendeskripsikan cara menghindari paparan bahan kimia dalam makanan
E. Manfaat Makalah
Penyusunan makalah
ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1.)
Menambah
wawasan / pengetahuan penulis dan pembaca
2.)
Meningkatkan
pemahaman penulis
3.)
Memberi
masukkan bagi pihak – pihak yang bersangkutan
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian
Zat Kimia
Bahan
– bahan kimia lazim digunakan dalam industri makanan. Nahan kimia tambahan di
sebut zat aditif. Zat aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan kedalam
makanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas makanan, menambahkan
kelezatan makanan, mengawetkan makanan, dan memperbaiki penampilan. Penggunaan
zat aditif sebenarnya sudah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu. Nenek moyang
kita telah menggunakan zat – zat aditif yang alami. Akan tetapi di zaman modern
sekarang ini, zat aditif yang alami sudah jarang digunakan. Dizaman modern ini
sering menggunakan zat – zat aditif
buatan atau sintetis. Berdasarkan asalnya, bahan aditif pada makanan
dibedakan menjadi dua yaitu bahan alami dan buatan.
B. Jenis – jenis Zat Kimia Pada Makanan
Berikut
ini bahan kimia tambahan pada makanan :
1.
Bahan
Pewarna
a.
Bahan
pewarna alami
Pemberian warna
pada makanan dapat meningkatkan penampilan makanan sehingga menggugah minat
konsumen. Bahan pewarna alami yang sering digunakan antara lain :
-
Kunyit
dan wortel untuk menghasilkan warna kuning
-
Daun
pandan dan daun suji untuk menghasilkan warna hijau
-
Gula
merah dan karamel untuk menghasilkan warna coklat
-
Cabai,
tomat, dan paprika untuk menghasilkan warna merah
b.
Bahan
pewarna buatan
Zat warna yang
sering digunakan adalah zat kimia turunan alnilina misalnya indigo kurmin
(biru) , tartazin (kuning) , benzil piolet (ungu).
2.
Bahan
Pemanis
a.
Bahn
pemanis alami
Zat pemanis
alami yang biasa digunakan dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut:
-
Pemanis
nutritif
Pemanis
nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori. Pemanis nutritif
berasal dari tanaman (sukrosa / gula tebu, gula bibit, xylitol, dan fruktosa),
dari hewan (laktosan dan madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop
glukosa, dekstrosa, dan sorbitol).
-
Pemanis
non nutritif
Pemanis non
nutritif adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. Pemanis non
nutritif berasal dari tanaman (steviosida), dan dari kelompok protein (miralin,
monelin, thaumatin).
b.
Bahan
pemanis buatan
Pemanis buatan
adalah bahan tambahan makanan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk
menciptakan rasa manis. Bahan pemanis buatan ini sama sekali tidak mempunyai
nilai gizi, contoh sakarin, siklamat, dan aspartam.
3.
Bahan
Pengawet
Bahan pengawet bertujuan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak
makanan.
a.
Bahan
pengawet alami
Bahan pengawet
alami yang sering digunakan adalah garam, cuka, dan gula. Bahan pengawet alami
ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu dalam kondisi baik.
b.
Bahan
pengawet buatan
Contoh bahan
pengawet buatan antara lain:
-
Kalsium
benzoat
Bahan pengawet
ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toxin (racun), bakteri
spora, dan bakteri bukan senyawa pembusuk.
-
Sulfur
dioksida
Bahan pengawet
ini banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, dan sirup.
-
Kalium
nitrit
Kalium nitrit
dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang
singkat.
-
Kalsium
propionat / natrium propionat
Keduanya sering
digunkan untuk mencegah tumbuhnya jamur. Bahan pengawet ini biasanya digunakan
untuk roti dan tepung.
4.
Bahan
Penyedap
Tujuan ditambahkannya penyedap adalah menigkatkan citarasa.
a.
Bahan
penyedap alami
Bahan penyedap
alami yang sering digunakan adalah santan, kelapa, susu sapi, dan kacang –
kacangan. Selain itu dapat juga menggunakan rempah-rempah.
b.
Bahan
penyedap buatan
Zat penyedap
buatan dibedakan menjadi dua yaitu :
-
Zat
penyedap aroma buatan terdiri dari senyawa golongan ester, antar lain oktil
asetat (aroma jeruk), isoamil asetat (aroma pisang), isoamil valerat (aroma
apel).
-
Zat penyedap
rasa yang banyak digunakan adalah monosodium glutamat (MSG)
5.
Bahan
pengembang makanan
Dalam pembuatan berbagai macam makanan roti dan kue digunakan bahan
yang berfungsi untuk mengembangkan adonan. Bahn kimia yang dapat digunkan untuk
mengembangkan makanan adalah natrium bikarbonat.
C. Pengertian Hidup Sehat
Secara
umum hidup sehat diartikan sebagai hidup yang terbebas dari segala problem baik
masalah rohani atau mental maupun jasmani atau fisik. Gangguan fisik berupa
penyakit – penyakit yang menyerang tubuh dan fisik seseorang sementara non
fisik menyangkut kesehatan kondisi jiwa, hati, dan pikiran seseorang.
Pola
untuk meraih kesehatan jasmani adalah dengan mengatur pola makan. Atur dan
kontrollah makanan – makanan yang masuk ke dalam mulut anda, jangan sembarangan
dan jangan berlebihan. Anda harus selektif dengan makanan – makanan berbahaya
yang mengandung zat aditif berlebihan.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Macam – Macam Zat Kimia yang
Ada dalam Makanan
Zat
kimia yang ada dalam makanan dapat dibedakan menjadi lima, yaitu :
1.
Bahan
Pewarna
a.
Bahan
pewarna alami
Pemberian warna
pada makanan dapat meningkatkan penampilan makanan sehingga menggugah minat
konsumen. Bahan pewarna alami yang sering digunakan antara lain :
-
Kunyit
dan wortel untuk menghasilkan warna kuning
-
Daun
pandan dan daun suji untuk menghasilkan warna hijau
-
Gula
merah dan karamel untuk menghasilkan warna coklat
-
Cabai,
tomat, dan paprika untuk menghasilkan warna merah
Pewarna alami lebih aman dikonsumsi tetapi macamnya terbatas dan
sulit memperolehnya dalam jumlah besar sehingga industri makanan lebih senang
menggunakan pewarna sintetis.
b.
Bahan
pewarna buatan
Zat warna yang
sering digunakan adalah zat kimia turunan alnilina misalnya indigo kurmin
(biru) , tartazin (kuning) , benzil piolet (ungu).
Bahan pewarna
yang masih diperbolehkan untuk dipakai yaitu :
-
Amarant
(pewarna merah)
-
Erythrosin
(pewarna merah)
-
Fartazin
(pewarna kuning)
-
Sunset
yellow (pewarna kuning)
-
Past
green FCF (pewarna hijau)
-
Briliant
blue (pewarna biru)
Meskipun bahan pewarna tersebut diizinkan, tetapi harus tetap
berhati – hati dalam memilih makanan yang menggunakan bahan pewarna buatan
karena penggunaan yang berlebihan akan mengganggu kesehatan.
2.
Bahan
Pemanis
a.
Bahan
pemanis alami
Zat pemanis alami yang biasa digunakan dibagi
menjadi dua yaitu sebagai berikut :
-
Pemanis
nutritif
Pemanis
nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori. Pemanis nutritif
berasal dari tanaman (sukrosa / gula tebu, gula bibit, xylitol, dan fruktosa),
dari hewan (laktosan dan madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop
glukosa, dekstrosa, dan sorbitol).
-
Pemanis
non nutritif
Pemanis non
nutritif adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. Pemanis non
nutritif berasal dari tanaman (steviosida), dan dari kelompok protein (miralin,
monelin, thaumatin).
b.
Bahan
pemanis buatan
Pemanis buatan
adalah bahan tambahan makanan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk
menciptakan rasa manis. Bahan pemanis buatan ini sama sekali tidak mempunyai
nilai gizi, contoh sakarin, siklamat, dan aspartam. Sakarin atau “biang gula”
memiliki tingkat kemanisan 350 – 500 kali gula alami. Pemanis buatan ini
direkombinasikan untuk diet bagi penderita diabetes atau penyakit gula karena
mereka memerlukan diet rendah kalori.
3.
Bahan
Pengawet
Bahan pengawet bertujuan untuk memperlambat oksidasi yang dapat
merusak makanan.
a.
Bahan
pengawet alami
Bahan pengawet
alami yang sering digunakan adalah garam, cuka, dan gula. Bahan pengawet alami
ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu dalam kondisi baik.
Metode
pengawetan menggunakan garam dapur atau NaCl telah dilakukan masyarakat selama
bertahun – tahun. Larutan garam yang masuk jaringan mampu menghambat
pertumbuhan aktivitas bakteri penyebab busuk, sehingga makanan menjadi lebih
awet.
b.
Bahan
pengawet buatan
Secara garis
besar zat pengawet dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1.
GRAS
(Generally Recognized as Safe) yang umumnya bersifat alami, sehingga aman dan
tidak berefek racun sama sekali.
2.
ADI
(Acceptable Daily Intake) yang selalu ditetapkan batas penggunaan hariannya
(daily intake)
3.
Zat
pengawet yang memang tidak layak dikonsumsi atau berbahaya seperti boraks,
formalin, dan romadin B.
Contoh bahan
pengawet buatan yang diperbolehkan untuk dipakai namun kurang aman untuk
digunakan secara berlebihan antara lain:
-
Kalsium
benzoat
Bahan pengawet
ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toxin (racun), bakteri
spora, dan bakteri bukan senyawa pembusuk.
-
Sulfur
dioksida
Bahan pengawet
ini banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, dan sirup.
-
Kalium
nitrit
Kalium nitrit
dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang
singkat.
-
Kalsium
propionat / natrium propionat
Keduanya sering
digunkan untuk mencegah tumbuhnya jamur. Bahan pengawet ini biasanya digunakan
untuk roti dan tepung.
4.
Bahan
Penyedap
Tujuan ditambahkannya penyedap adalah menigkatkan citarasa.
a.
Bahan
penyedap alami
Bahan penyedap
alami yang sering digunakan adalah santan, kelapa, susu sapi, dan kacang –
kacangan. Selain itu dapat juga menggunakan rempah-rempah.
b.
Bahan
penyedap buatan
Zat penyedap
buatan dibedakan menjadi dua yaitu :
-
Zat
penyedap aroma buatan terdiri dari senyawa golongan ester, antar lain oktil
asetat (aroma jeruk), isoamil asetat (aroma pisang), isoamil valerat (aroma
apel).
-
Zat penyedap
rasa yang banyak digunakan adalah monosodium glutamat (MSG). MSG tidak
diperkenankan untuk dikonsumsi oleh bayi berumur kurang dari 12 minggu atau 3
bulan.
5.
Bahan
pengembang makanan
Dalam pembuatan berbagai macam makanan roti dan kue digunakan bahan
yang berfungsi untuk mengembangkan adonan. Bahan kimia yang dapat digunkan
untuk mengembangkan makanan adalah natrium bikarbonat. Sedangkan bahan
pengembang biologis dapat menggunakan yeast atau ragi.
B. Fungsi Zat Kimia dalam
Makanan
1.
Zat
Pewarna
Bahan kimia pada makanan berfungsi mempengaruhi tampilan suatu
makanan sehingga tampak lebih menarik
2.
Zat
Pemanis
Untuk membuat makanan menjadi lebih manis namun dengan harga yang
terjangkau atau lebih murah
3.
Zat
Pengawet
Untuk memperpanjang masa simpan makanan sehingga dapat bertahan
lebih lama
4.
Zat
Penyedap
Untuk meningkatkan citarasa makanan agar lebih sedap untuk
dikonsumsi
5.
Zat
Pengembang
Untuk membuat adonan makanan menjadi lebih mengembang
C. Akibat Mengonsumsi Zat Kimia
1.
Zat
pewarna
Penggunaan
bahan pewarna buatan yang berlebihan akan mengganggu kesehatan misalnya :
a.
Penggunaan
tartazin yang berlebihan dapat menyebabkan alergi, asma, dan hyperaktif pada
anak
b.
Penggunaan
erythrosin yang berlebihan dapat menyebabkan alergi pada pernapasan, hyperaktif
pada anak, dan efek kurang baik pada otak dan perilaku.
c.
Penggunaan
fast green FCF yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi dan produksi
tumor.
d.
Penggunaan
sunset yellow yang berlebihan dapat menyebabkan radang selaput lendir pada
hidung, sakit pinggan, muntah – muntah dan gangguan pencernaan.
e.
Penggunaan
rodamin B dapat menyebabkan munculnya kanker
2.
Zat
pemanis
a.
Dekstrosa
dan sorbitol yang berlebihan dapat mengakibatkan obesitas karena kandungan
kalorinya yang tinggi
b.
Sakari
dan siklamat dapat menyebabkan tumor kantung kemih
3.
Zat
pengawet
a.
Penggunaan
garam yang berlebihan dapat memicu darah tinggi
b.
Formalin
dapat menyebabkan kanker paru – paru, gangguan alat pencernaan dan jantung
c.
Boraks
dapat menyebabkan gangguan pada otak, hati dan kulit
d.
Kalsium
benzoat dapat memicu terjadinya serangan asma
e.
Sulfur
dioksida dapat menyebabkan luka pada lambung, serangan asma, mutasi genetik,
kanker, dan alergi
f.
Kalium
nitrit dapat menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, anemia, radang
ginjal, dan muntah – muntah
g.
Kalium
propionat / natrium propionat dapat menyebabkan migrain, kelelahan, dan
kesulitan tidur
4.
Zat
penyedap
a.
MSG
dapat menyebabkan penyakit restoran China, mual, haus, pegal-pegal, sakit dada,
dan sesak napas. Akibat lainnya adalah kanker.
D. Cara Menghindari paparan bahan kimia dalam makanan
1.
Mengonsumsi
semua makanan
Konsumsilah
semua makanan mulai dari karbohidrat, protein, hingga buah dan sayur – sayuran.
Konsumsi buah dan sayuran organik bisa ‘menangkal’ bahan kimia yang masuk ke
tubuh kita dari makanan lainnya. Batasi makanan kaleng dan makanan instan.
2.
Warnai
makanan dengan yang alami
Kita boleh
bersenang- senang dengan menikmati makanan yang berwarna asal pewarna yang
digunkan adalh pewarna alami. Jika ingin mengonsumsi kue berwarna pink warnai
dengan stroberi, jika ingin muffin berwarna hijau , tambahkan bayam keadonan
roti.
3.
Baca
label kemasan makanan
Salah satu cara
menghindari paparan bahan kimia dalam makanan adalah rajin membaca label
kemasan makanan yang akan kita konsumsi. Cari daging yang pada labelnya tertulis
“rBGH and rBST-free”. Namun sebisa mungkin pilihlah yang organik dan aman.
4.
Hindari
tuna
Kandungan bahan
kimia merkuri banyak ditemukan pada ikan tuna. Untuk itu carilah alternatif
lain seperti salmon atau sarden agar tetap mendapat khasiat omega3 dari ikan
dan resiko terpapar merkurinya lebih rendah.
5.
Minum
air bersih
Pastikan kita
mendapat laporan kualitas air yang kita minum bersih. Minta laporan dari
perusahaan pemasok air, apakah air kita mengandung nitrit atau bahan kimia
pencemar lainnya. Jika dilaporan tersebut air kita kurang bersih tambahkan
penyuling air dirumah agar tidak ada bahan kimia yang ikut terminum.
BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bahan
kimia dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam makanan
dan minuman yang kita konsumsi. Bahan kimia dalam makanan terdiri atas bahan
alami dan bahan sintetis. Bahan kimia memiliki dampak negatif jika digunakan
secara berlebihan. Pada dasarnya, bahan alami lebih aman digunkan daripada
bahan sintetis. Secara garis besar bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan
dikelompokan menjadi bahan pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, dan pengembang
bahan makanan.
B. Saran
Saran
yang dapat disampaikan pada pembaca adalah berhati – hatilah dalam memilih
makanan. Dizaman modern ini banyak sekali makanan yang menggunakan bahan kimia
yang berlebihan terutama dalam jajanan disekitar kita. Bahkan sering terjadi
penggunaan bahan kimia yang penggunaannya tidak sesuai dan sudah sedemikian
luas penggunannya sehingga tidak lagi mengindahkan dampaknya terhadap
kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar