Sabtu, 20 Mei 2017

Makalah Bahasa Indonesia



BAHAYA ZAT KIMIA
BAGI KESEHATAN TUBUH













 











Disusun oleh :

1.)    Mahlia                 (07)
2.)    Kamaludin          (15)     
3.)    Rina Lestari         (19)

KELAS : XI IPA 4



SMA NEGERI  1  KLIRONG
TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017
HALAMAN PENGESAHAN

Makalah yang berjudul Bahaya Zat Kimia Bagi Kesehatan Tubuh ini telah disepakati dan disahkan oleh guru pembimbing dan Kepala SMA Negeri 1 Klirong pada :
Hari                 :
Tanggal            :




Kepala Sekolah                                                                       Guru Pembimbing

Dra. Rahmi Lestari Rahayuni M.pd                                        Rasinah S.pd
NIP. 19610508 198803 2 004                                                                         NIP. 19700715 199802 2 033














KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat, rahmat, taufik, dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “BAHAYA ZAT KIMIA BAGI KESEHATAN TUBUH” ini guna memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Makalah ini dapat penulis selesikan dengan baik atas bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1.      Ibu Rasinah, SPd selaku guru pembimbing dan pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia
2.      Orang tua penulis yang telah membantu baik secara moril maupun materi
3.      Rekan – rekan satu kelompok yang telah membantu menyusun makalah ini
Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karen itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun sehingga karya penulis selanjutnya bisa menjadi lebih baik.
Akhir kata, apabila ada kesalahan dan kekurangn, penulis mohon maaf. Semoga makalah ini dapat berguna bagi penulis dan pembaca. Terimakasih.
Wa’alaikumsalam Wr. Wb.


Klirong,   April 2017

Penyusun







BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Akhir – akhir ini banyak orang terkena penyakit akibat mengonsumsi zat kimia. Saat ini hampir semua makanan terdapat zat kimia , terutama makanan cepat saji dan juga makanan ringan seperti snack.
Sebagian orang mengonsumsi zat kimia tersebut karena belum tahu adanya zat kimia tersebut. Atau mungkin sebagian tersebut terpaksa mengonsumsi zat kimia tersebut. Banyak akibat – akibat yang ditimbulkan karena mengonsumsi zat kimia yang mungkin sampai saat ini belum diketahui oleh kebanyakan orang.
Oleh karena itu makalah ini menjelaskan zat kimia dalam kehidupan manusia serta bahayanya bagi kesehatan tubuh. Dan memberi tahu masyarakat agar berhati – hati dalam memilih makanan yang mengandung zat kimia.

B. Batasan Masalah
      Berdasarkan latar belakang masalah di atas, masalah yang akan dibahas dalam makalah ini dibatasi pada :
1.)    Macam – macam zat kimia dalam makanan
2.)    Fungsi zat kimia dalam makanan
3.)    Akibat seseorang mengonsumsi zat kimia
4.)    Cara menghindari paparan bahan kimia dalam makanan

C. Rumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah di atas, masalah yang akan dibahas dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.)    Apa saja zat kimia yang ada dalam makanan?
2.)    Apa fungsi zat kimia dalam makanan?
3.)    Apa akibat / bahaya bagi seseorang yang mengonsumsi zat kimia?
4.)    Bagaimana cara menghindari paparan bahan kimia dalam makanan?



D. Tujuan Makalah
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, tujuan penyusunan makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.)    Mengetahui dan mendeskripsikan macam – macam zat kimia dalam makanan
2.)    Mengetahui dan mendeskripsikan fungsi zat kimia dalam makanan
3.)    Mengetahui dan mendeskripsikan akibat seseorang mengonsumsi zat kimia
4.)    Mengetahui dan mendeskripsikan cara menghindari paparan bahan kimia dalam makanan

E. Manfaat Makalah
     Penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:          
1.)    Menambah wawasan / pengetahuan penulis dan pembaca
2.)    Meningkatkan pemahaman penulis
3.)    Memberi masukkan bagi pihak – pihak yang bersangkutan
















BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Zat Kimia
Bahan – bahan kimia lazim digunakan dalam industri makanan. Nahan kimia tambahan di sebut zat aditif. Zat aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan kedalam makanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas makanan, menambahkan kelezatan makanan, mengawetkan makanan, dan memperbaiki penampilan. Penggunaan zat aditif sebenarnya sudah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu. Nenek moyang kita telah menggunakan zat – zat aditif yang alami. Akan tetapi di zaman modern sekarang ini, zat aditif yang alami sudah jarang digunakan. Dizaman modern ini sering menggunakan zat – zat aditif  buatan atau sintetis. Berdasarkan asalnya, bahan aditif pada makanan dibedakan menjadi dua yaitu bahan alami dan buatan.

B. Jenis – jenis Zat Kimia Pada Makanan
Berikut ini bahan kimia tambahan pada makanan :
1.      Bahan Pewarna
a.       Bahan pewarna alami
Pemberian warna pada makanan dapat meningkatkan penampilan makanan sehingga menggugah minat konsumen. Bahan pewarna alami yang sering digunakan antara lain :
-          Kunyit dan wortel untuk menghasilkan warna kuning
-          Daun pandan dan daun suji untuk menghasilkan warna hijau
-          Gula merah dan karamel untuk menghasilkan warna coklat
-          Cabai, tomat, dan paprika untuk menghasilkan warna merah
b.      Bahan pewarna buatan
Zat warna yang sering digunakan adalah zat kimia turunan alnilina misalnya indigo kurmin (biru) , tartazin (kuning) , benzil piolet (ungu).
2.      Bahan Pemanis
a.       Bahn pemanis alami
Zat pemanis alami yang biasa digunakan dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut:
-          Pemanis nutritif
Pemanis nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori. Pemanis nutritif berasal dari tanaman (sukrosa / gula tebu, gula bibit, xylitol, dan fruktosa), dari hewan (laktosan dan madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop glukosa, dekstrosa, dan sorbitol).
-          Pemanis non nutritif
Pemanis non nutritif adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. Pemanis non nutritif berasal dari tanaman (steviosida), dan dari kelompok protein (miralin, monelin, thaumatin).
b.      Bahan pemanis buatan
Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk menciptakan rasa manis. Bahan pemanis buatan ini sama sekali tidak mempunyai nilai gizi, contoh sakarin, siklamat, dan aspartam.
3.      Bahan Pengawet
Bahan pengawet bertujuan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makanan.
a.       Bahan pengawet alami
Bahan pengawet alami yang sering digunakan adalah garam, cuka, dan gula. Bahan pengawet alami ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu dalam kondisi baik.
b.      Bahan pengawet buatan
Contoh bahan pengawet buatan antara lain:
-          Kalsium benzoat
Bahan pengawet ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toxin (racun), bakteri spora, dan bakteri bukan senyawa pembusuk.
-          Sulfur dioksida
Bahan pengawet ini banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, dan sirup.
-          Kalium nitrit
Kalium nitrit dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat.
-          Kalsium propionat / natrium propionat
Keduanya sering digunkan untuk mencegah tumbuhnya jamur. Bahan pengawet ini biasanya digunakan untuk roti dan tepung.
4.      Bahan Penyedap
Tujuan ditambahkannya penyedap adalah menigkatkan citarasa.
a.       Bahan penyedap alami
Bahan penyedap alami yang sering digunakan adalah santan, kelapa, susu sapi, dan kacang – kacangan. Selain itu dapat juga menggunakan rempah-rempah.
b.      Bahan penyedap buatan
Zat penyedap buatan dibedakan menjadi dua yaitu :
-          Zat penyedap aroma buatan terdiri dari senyawa golongan ester, antar lain oktil asetat (aroma jeruk), isoamil asetat (aroma pisang), isoamil valerat (aroma apel).
-          Zat penyedap rasa yang banyak digunakan adalah monosodium glutamat (MSG)

5.      Bahan pengembang makanan
Dalam pembuatan berbagai macam makanan roti dan kue digunakan bahan yang berfungsi untuk mengembangkan adonan. Bahn kimia yang dapat digunkan untuk mengembangkan makanan adalah natrium bikarbonat.
C. Pengertian Hidup Sehat
Secara umum hidup sehat diartikan sebagai hidup yang terbebas dari segala problem baik masalah rohani atau mental maupun jasmani atau fisik. Gangguan fisik berupa penyakit – penyakit yang menyerang tubuh dan fisik seseorang sementara non fisik menyangkut kesehatan kondisi jiwa, hati, dan pikiran seseorang.
Pola untuk meraih kesehatan jasmani adalah dengan mengatur pola makan. Atur dan kontrollah makanan – makanan yang masuk ke dalam mulut anda, jangan sembarangan dan jangan berlebihan. Anda harus selektif dengan makanan – makanan berbahaya yang mengandung zat aditif berlebihan.

















BAB III
PEMBAHASAN

A. Macam – Macam Zat Kimia yang Ada dalam Makanan
Zat kimia yang ada dalam makanan dapat dibedakan menjadi lima, yaitu :
1.      Bahan Pewarna
a.       Bahan pewarna alami
Pemberian warna pada makanan dapat meningkatkan penampilan makanan sehingga menggugah minat konsumen. Bahan pewarna alami yang sering digunakan antara lain :
-          Kunyit dan wortel untuk menghasilkan warna kuning
-          Daun pandan dan daun suji untuk menghasilkan warna hijau
-          Gula merah dan karamel untuk menghasilkan warna coklat
-          Cabai, tomat, dan paprika untuk menghasilkan warna merah
Pewarna alami lebih aman dikonsumsi tetapi macamnya terbatas dan sulit memperolehnya dalam jumlah besar sehingga industri makanan lebih senang menggunakan pewarna sintetis.
b.      Bahan pewarna buatan
Zat warna yang sering digunakan adalah zat kimia turunan alnilina misalnya indigo kurmin (biru) , tartazin (kuning) , benzil piolet (ungu).
Bahan pewarna yang masih diperbolehkan untuk dipakai yaitu :
-          Amarant (pewarna merah)
-          Erythrosin (pewarna merah)
-          Fartazin (pewarna kuning)
-          Sunset yellow (pewarna kuning)
-          Past green FCF (pewarna hijau)
-          Briliant blue (pewarna biru)
Meskipun bahan pewarna tersebut diizinkan, tetapi harus tetap berhati – hati dalam memilih makanan yang menggunakan bahan pewarna buatan karena penggunaan yang berlebihan akan mengganggu kesehatan.
2.      Bahan Pemanis
a.       Bahan pemanis alami
 Zat pemanis alami yang biasa digunakan dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
-          Pemanis nutritif
Pemanis nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori. Pemanis nutritif berasal dari tanaman (sukrosa / gula tebu, gula bibit, xylitol, dan fruktosa), dari hewan (laktosan dan madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop glukosa, dekstrosa, dan sorbitol).
-          Pemanis non nutritif
Pemanis non nutritif adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. Pemanis non nutritif berasal dari tanaman (steviosida), dan dari kelompok protein (miralin, monelin, thaumatin).
b.      Bahan pemanis buatan
Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan yang ditambahkan pada makanan atau minuman untuk menciptakan rasa manis. Bahan pemanis buatan ini sama sekali tidak mempunyai nilai gizi, contoh sakarin, siklamat, dan aspartam. Sakarin atau “biang gula” memiliki tingkat kemanisan 350 – 500 kali gula alami. Pemanis buatan ini direkombinasikan untuk diet bagi penderita diabetes atau penyakit gula karena mereka memerlukan diet rendah kalori.
3.      Bahan Pengawet
Bahan pengawet bertujuan untuk memperlambat oksidasi yang dapat merusak makanan.
a.         Bahan pengawet alami
Bahan pengawet alami yang sering digunakan adalah garam, cuka, dan gula. Bahan pengawet alami ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu dalam kondisi baik.
Metode pengawetan menggunakan garam dapur atau NaCl telah dilakukan masyarakat selama bertahun – tahun. Larutan garam yang masuk jaringan mampu menghambat pertumbuhan aktivitas bakteri penyebab busuk, sehingga makanan menjadi lebih awet.
b.      Bahan pengawet buatan
Secara garis besar zat pengawet dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
1.      GRAS (Generally Recognized as Safe) yang umumnya bersifat alami, sehingga aman dan tidak berefek racun sama sekali.
2.      ADI (Acceptable Daily Intake) yang selalu ditetapkan batas penggunaan hariannya (daily intake)
3.      Zat pengawet yang memang tidak layak dikonsumsi atau berbahaya seperti boraks, formalin, dan romadin B.
Contoh bahan pengawet buatan yang diperbolehkan untuk dipakai namun kurang aman untuk digunakan secara berlebihan antara lain:
-          Kalsium benzoat
Bahan pengawet ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toxin (racun), bakteri spora, dan bakteri bukan senyawa pembusuk.
-          Sulfur dioksida
Bahan pengawet ini banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, dan sirup.
-          Kalium nitrit
Kalium nitrit dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat.
-          Kalsium propionat / natrium propionat
Keduanya sering digunkan untuk mencegah tumbuhnya jamur. Bahan pengawet ini biasanya digunakan untuk roti dan tepung.
4.      Bahan Penyedap
Tujuan ditambahkannya penyedap adalah menigkatkan citarasa.
a.       Bahan penyedap alami
Bahan penyedap alami yang sering digunakan adalah santan, kelapa, susu sapi, dan kacang – kacangan. Selain itu dapat juga menggunakan rempah-rempah.
b.      Bahan penyedap buatan
Zat penyedap buatan dibedakan menjadi dua yaitu :
-          Zat penyedap aroma buatan terdiri dari senyawa golongan ester, antar lain oktil asetat (aroma jeruk), isoamil asetat (aroma pisang), isoamil valerat (aroma apel).
-          Zat penyedap rasa yang banyak digunakan adalah monosodium glutamat (MSG). MSG tidak diperkenankan untuk dikonsumsi oleh bayi berumur kurang dari 12 minggu atau 3 bulan.
5.      Bahan pengembang makanan
Dalam pembuatan berbagai macam makanan roti dan kue digunakan bahan yang berfungsi untuk mengembangkan adonan. Bahan kimia yang dapat digunkan untuk mengembangkan makanan adalah natrium bikarbonat. Sedangkan bahan pengembang biologis dapat menggunakan yeast atau ragi.

B. Fungsi Zat Kimia dalam Makanan
1.      Zat Pewarna
Bahan kimia pada makanan berfungsi mempengaruhi tampilan suatu makanan sehingga tampak lebih menarik
2.      Zat Pemanis
Untuk membuat makanan menjadi lebih manis namun dengan harga yang terjangkau atau lebih murah
3.      Zat Pengawet
Untuk memperpanjang masa simpan makanan sehingga dapat bertahan lebih lama
4.      Zat Penyedap
Untuk meningkatkan citarasa makanan agar lebih sedap untuk dikonsumsi
5.      Zat Pengembang
Untuk membuat adonan makanan menjadi lebih mengembang


C. Akibat Mengonsumsi Zat Kimia
1.      Zat pewarna
Penggunaan bahan pewarna buatan yang berlebihan akan mengganggu kesehatan misalnya :
a.       Penggunaan tartazin yang berlebihan dapat menyebabkan alergi, asma, dan hyperaktif pada anak
b.      Penggunaan erythrosin yang berlebihan dapat menyebabkan alergi pada pernapasan, hyperaktif pada anak, dan efek kurang baik pada otak dan perilaku.
c.       Penggunaan fast green FCF yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor.
d.      Penggunaan sunset yellow yang berlebihan dapat menyebabkan radang selaput lendir pada hidung, sakit pinggan, muntah – muntah dan gangguan pencernaan.
e.       Penggunaan rodamin B dapat menyebabkan munculnya kanker

2.      Zat pemanis
a.       Dekstrosa dan sorbitol yang berlebihan dapat mengakibatkan obesitas karena kandungan kalorinya yang tinggi
b.      Sakari dan siklamat dapat menyebabkan tumor kantung kemih

3.      Zat pengawet
a.       Penggunaan garam yang berlebihan dapat memicu darah tinggi
b.      Formalin dapat menyebabkan kanker paru – paru, gangguan alat pencernaan dan jantung
c.       Boraks dapat menyebabkan gangguan pada otak, hati dan kulit
d.      Kalsium benzoat dapat memicu terjadinya serangan asma
e.       Sulfur dioksida dapat menyebabkan luka pada lambung, serangan asma, mutasi genetik, kanker, dan alergi
f.       Kalium nitrit dapat menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah – muntah
g.      Kalium propionat / natrium propionat dapat menyebabkan migrain, kelelahan, dan kesulitan tidur

4.      Zat penyedap
a.       MSG dapat menyebabkan penyakit restoran China, mual, haus, pegal-pegal, sakit dada, dan sesak napas. Akibat lainnya adalah kanker.

D. Cara Menghindari paparan bahan kimia dalam makanan
1.      Mengonsumsi semua makanan
Konsumsilah semua makanan mulai dari karbohidrat, protein, hingga buah dan sayur – sayuran. Konsumsi buah dan sayuran organik bisa ‘menangkal’ bahan kimia yang masuk ke tubuh kita dari makanan lainnya. Batasi makanan kaleng dan makanan instan.
2.      Warnai makanan dengan yang alami
Kita boleh bersenang- senang dengan menikmati makanan yang berwarna asal pewarna yang digunkan adalh pewarna alami. Jika ingin mengonsumsi kue berwarna pink warnai dengan stroberi, jika ingin muffin berwarna hijau , tambahkan bayam keadonan roti.
3.      Baca label kemasan makanan
Salah satu cara menghindari paparan bahan kimia dalam makanan adalah rajin membaca label kemasan makanan yang akan kita konsumsi. Cari daging yang pada labelnya tertulis “rBGH and rBST-free”. Namun sebisa mungkin pilihlah yang organik dan aman.
4.      Hindari tuna
Kandungan bahan kimia merkuri banyak ditemukan pada ikan tuna. Untuk itu carilah alternatif lain seperti salmon atau sarden agar tetap mendapat khasiat omega3 dari ikan dan resiko terpapar merkurinya lebih rendah.
5.      Minum air bersih
Pastikan kita mendapat laporan kualitas air yang kita minum bersih. Minta laporan dari perusahaan pemasok air, apakah air kita mengandung nitrit atau bahan kimia pencemar lainnya. Jika dilaporan tersebut air kita kurang bersih tambahkan penyuling air dirumah agar tidak ada bahan kimia yang ikut terminum.















BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Bahan kimia dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi. Bahan kimia dalam makanan terdiri atas bahan alami dan bahan sintetis. Bahan kimia memiliki dampak negatif jika digunakan secara berlebihan. Pada dasarnya, bahan alami lebih aman digunkan daripada bahan sintetis. Secara garis besar bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan dikelompokan menjadi bahan pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, dan pengembang bahan makanan.

B. Saran
Saran yang dapat disampaikan pada pembaca adalah berhati – hatilah dalam memilih makanan. Dizaman modern ini banyak sekali makanan yang menggunakan bahan kimia yang berlebihan terutama dalam jajanan disekitar kita. Bahkan sering terjadi penggunaan bahan kimia yang penggunaannya tidak sesuai dan sudah sedemikian luas penggunannya sehingga tidak lagi mengindahkan dampaknya terhadap kesehatan.













DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar